Oleh : Tri Furna Adhi
Abstrak
Tentu kalian tidak akan asing mendengar kata 5S di telinga kalian bagi orang yang bekerja di industri atau bagi orang yang memiliki latar belakang pendidikan teknik industri. 5S merupakan salah satu pondasi yang penting dalam lean process. 5S adalah pendekatan dalam memperbaiki lingkungan kerja. Melalui 5S maka perusahaan dapat memperoleh banyak manfaat. Tanpa 5S, maka manfaat dari lean tidak akan optimal. Namun, bukan berarti kalian tidak dapat mengimplementasikan lean secara terpisah. 5S dapat kalian implementasikan terpisah dari lean process, dan dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
kata kunci : Hubangan Ergonomi, 5S, dan Manfaat 5S.
Pendahuluan.
saat ini proglam 5S telah banyak digunakan oleh berbagai industri di berbagai negara. Popularitas 5S ini tak lepas dari kesuksesan industri Jepang yang selama ini memutuskan perhatiaannya terhadap pengurangan segala pemborosan. 5S adalah landasan untuk membentuk perilaku manusia agar memiliki kebiasaan mengurangi pemborosan di tempat kerjanya.Proglam 5S pertama kali di perkenalkan di Jepang sebagai gerakan kebulatan tekad untuk mengadakan pemeliharaan(seiri), penataan(seiton), pembersihan(seiso)penjagaan kondisi(seiketsu), dan penyadaran diri akan kebiasaan yang doperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik (shitsuke).
Bagian Inti :
Tentunya kalian apa hubungan ergonomi dan 5S? Ergonomi adalah ilmu tentang kerja, sedangkan 5S adalah suatu metode untuk mengatur tempat kerja untuk mengoptimalkan kerja. Dengan 5S maka akan tercapai moral kerja yang lebih baik serta yang terpenting adalah efektifitas, efisien, dan produktifitas kerja meningkat dan artinya secara umum dapat meningkatkan performa kerja.
5S itu sendiri adalah sebuah pendekatan dalam mengatur lingkungan kerja, yang pada intinya berusaha mengeliminasikan waste sehingga tercipta lingkungan kerja yang efektif, efisien, dan produktif.

Manfaat 5S antara lain sebagai berikut :
- Meningkatkan citra perusahaan
- Meningkatkan produktivitas lingkungan kerja
- Menghilangkan waktu dan gerakan yang tidak berguna
- Mengurangi cacat sehingga mengurangi cost of quality\
- Menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman
- Meningkatkan semangat kerja
Penutup
Ergonomi dan 5S saling berhubungan namun perlu di ingat bahwa 5S hanya sebuah metode atau tool untuk mengatasi beberapa jenis masalah di tempat kerja sehingga tidak bisa untuk menyelesaikan atau dikaitkan dengan seluruh jenis atau masalah isu dalam ergonomi.
Daftar pustaka
Eko Nurmianto(2009), Ergonomi, konsep dasar, dan aplikasinya, penerbit Guna Widya, Jakarta
Osada Takashi, (2007), Sikap Kerja 5S Seri Manajemen Oprasional, Jakarta